Selasa, 07 November 2017

STOP MOTION

                                                     Stop Motion

stopmotion
Apa itu Stop Motion?
Stop Motion adalah sebuah teknik animasi untuk membuat manipulasi seolah-olah objek yang diam bergerak. Sebuah benda atau gambardibuat bergerak dengan cara menyatukan frame foto yang berbeda dengan menciptakan ilusi dari gerakan ketika kumpulan frame foto dimainkan dengan berkelanjutan.
Stop Motion terdiri dari dua kata yaitu STOP yang berarti berhenti dan MOTION yang berarti gerakan / bergerak. Teknik ini menggunakan  prinsip frame to frame seperti animasi 2 dimensi. Pengerjaannya sama dengan animasi pada umumnya yaitu mengatur frame per frame gambar. Namun yang membedakan disini adalah cara menghidupkannya / animatenya. Jadi dapat disimpulkan Stop Motion Animation adalah Tehnik membuat animasi / Film / movie yang dibuat seolah - olah potongan-potongan gambar menjadi saling berhubungan satu sama lain nya sehingga membentuk suatu Gerakan bahkan Cerita.

Animasi pada umumnya memiliki gerakan-gerakan yang lincah, namun jika mengerjakan menggunakan stop motion gerakan tidak akan tampak lincah karena keterbatasan gerak objek. Pada umumnya animasi awalnya bukan video namun melainkan kumpulan gambar yang berurutan sehingga akhirnya menjadi sebuah video. Begitu pun dengan stop motion yang juga terdiri dari kumpulan gambar yang berurutan. Namun kumpulan gambar yang didapatkan dalam stop motion tidak lah sehalus pengerjaan animasi dengan komputer. Gerakannya terkesan patah - patah. Karena pengambilan sebuah gambarnya memerlukan penggerakan objek secara manual.
Mengapa Stop Motion?
Stop Motion bermanfaat untuk menggambarkan teori-teori yang berkaitan dengan proses terbentuknya sesuatu. Dengan menyatukan foto-foto yang berbeda dari suatu gambar atau objek, kita bisa mendapatkan gambaran proses terjadinya sesuatu dengan animasi yang  menarik. Berkaitan dengan materi Geografi kelas 10 “Teori terjadinya jagat raya, tata surya, dan bumi serta pergerakan lempeng tektonik.”
Saya memilih stop motion untuk memudahkan siswa mendesain proses terbentuknya berbagai macam bentuk jagat raya, tata surya, dan bumi menurut pemahaman dan kreativitas mereka dengan menggunakan stop motion. Dengan visualisasi proses yang dilakukan siswa, saya berharap materi ini pun menjadi pengalaman yang tidak pernah terlupakan oleh mereka. Misalnya, jika mereka ingat teori terbentukya tata surya, mereka akan ingat objek/gambar stop motion yang akan selalu dikenang.
SEJARAH ANIMASI STOP MOTION

Animasi stop motion memiliki sejarah panjang dalam film. Objek yang dipakai pun masih sederhana, berupa boneka yang bisa digerakkan dengan tali dan tangan, atau kalau di Indonesia terkenal dengan wayang. Gambar yang berurutan, ataupun tanah liat yang mudah diubah bentuknya, seringkali dipakai juga sebagai objek dalam pembuatan animasi ini.

Awalnya teknik ini digunakan oleh Albert E Smith dan J Stuart Blackton untuk pertunjukan The Humpty Dumpty Circus pada tahun 1898. Ketika animasi mulai berkembang sekitar abad ke-18 di Amerika, J. Stuart Blackton adalah orang pertama kali yang mengenalkan teknik ini dalam filmnya berjudul : Fun in a Bakery Shop yang menggunakan clay. Film ini kemungkinan merupakan film animasi stop motion yang pertama kali muncul pada tahun 1902. Karena di sisi lain, di tahun yang sama di Eropa, seorang pionir efek spesial bernama George Melies, seorang sineas asal Perancis ternyata juga menciptakan film animasi dengan teknik yang sama, hanya saja film tersebut kurang diekspos. Film yang berjudul A Trip to the Moon ini berjalan 14 menit jika diproyeksikan pada 16 frame per detik, yang merupakan standar frame rate pada saat film dibuat.

Selanjutnya pada tahun 1906, Stuart Blackton kembali membuat film animasi pendek dengan judulHumourous Phases of Funny Faces, yang dibuat dengan menggunakan media papan tulis dan kapur tulis. Menggambarkan ekspresi wajah seorang tokoh kartun pada papan tulis, diambil gambarnya dengan still camera, kemudian dihapus untuk menggambarkan ekspresi selanjutnya. Pada saat itu, teknik stop motion semakin banyak disenangi oleh animator Amerika. Lalu teknik tersebut semakin berkembang hingga pada tahun 1925, Willis OBrien mencoba membuat film tentang dinosaurus yang terbuat dari clay (plastisin/tanah liat) dengan judul The Lost World dan disusul dengan karya klasiknya berjudul King Kongpada tahun 1933. Sejak itu, stop motion animation semakin dikenal dengan sebutan claymation. Kini semakin banyak aja karya claymation yang sukses di pasaran, seperti Wallace and Gromit (1989),Chicken Run (2000) oleh Aardman Animations, studio animasi spesialisasi stop motion yang didirikanPeter Lord dan David Sproxton tahun 1972. Film The Nightmare before Christmas (1993) oleh Tim Burton dan yang paling gres Corpse Bride (2005).

CARA KERJA ANIMASI STOP MOTION

Cara kerja stop motion yaitu mengharuskan animator mengubah adegan atau posisi atau tampilan  secara fisik, dengan memfoto satu per satu frame, mengubah   adegan atau posisi atau tampilan lagi dan memfoto satu frame lagi, dan seterusnya.

Komponen yang harus ada dalam animasi stop motion adalah Frame. Frame merupakan satuan terkecil dalam video. Dapat diumpamakan seperti kertas hvs yang didalamnya digambar 1 adegan atau 1 tampilan. Contoh dalam satu animasi terdadapat 3 frame berarti ada 3 gambar atau 3 adegan atau 3 tampilan.

FRAME

Frame adalah satuan terkecil dalam video. pada program flash, frame diumpamakan seperti kertas hvs yang telah digambar, dan contoh apabila framenya kita perpanjang sebanyak 5 frame, maka diumpamakan seperti 5 kertas hvs dengan gambar yang sama.apabila kita merubah gambar salah satu frame, maka frame yang lain akan mengikuti perubahan gambar tersebut. karena frame tidak dapat berdiri sendiri.

Penggunaan frame dalam animasi stop motion sebagai bingkai atau rangka yang berisi benda atau gambar yang diam sehingga frame satu dengan frame lainnya saling mendukung agar terjadi pergerakan dan tampak hidup. 

CONTOH PENGGUNAAN STOP MOTION

Salah satu contoh karya animasi stop motion menggunakan bahan clay yang spektakuler adalah Shaun The Sheep. Banyak yang menyukai animasi ini mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Ide cerita yang menarik serta karakter-karakter tokoh yang lucu sepertinya selalu membuat pemirsa merasa terhibur dan tertawa. Di sini saya tidak akan membahas tentang ide cerita dari Film Animasi 3 Dimensi Shaun The Sheep tetapi saya akan mencoba mengajak Anda untuk sedikit mengetahui bagaimana sulit dan rumitnya proses pembuatan animasi Stop Motion 3D Shaun The Sheep tersebut. Berikut photo-photo tahap pembuatan animasi shaun the sheep.

PERKEMBANGAN ANIMASI STOP MOTION

Dalam perkembangannya, stop motion animation sering disebut juga claymation, karena animasi ini sering menggunakan clay (plastisin/tanah liat) sebagai objek yang digerakkan. Berdasarkan teknik penggarapannya, selain limited animation, dan teknik yang paling baru adalah CGI atau Computer Generated Imagery, penggarapan animasi dengan teknik stop motion sebenarnya tergolong paling kuno dan sangat sederhana sekali. Tidak diperlukan satu keahlian khusus dalam membuatnya, yang paling dibutuhkan dalam pengerjaannya teliti dan telaten. Animasi ini bukan animasi yang bisa dibuat dalam waktu singkat. Namun, semua orang bisa mencobanya. Peralatan yang dibutuhkan hanyalah kamera foto atau kamera video tipe apa pun, tripod atau apapun yang dapat menyanga kamera tepat pada tempatnya, dan yang paling penting adalah objeknya. Sederhana, bukan? Cukup dengan menggunakan tangan sendiri, kita pindahkan posisi objek berupa boneka, model, atau gambar secara perlahan-lahan. Dan setiap pergerakan itu direkam dengan kamera foto ataupun kamera video. Nah, ketika hasil rekaman itu kita susun berurutan, maka yang tercipta adalah kesan seolah-olah objek bergerak dan hidup. 

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 

Diera teknologi saat ini banyak sekali software-software komputer yang mensuport pembuatan animasi seperti : Diretor, Adobe Image ready, Flash, Autodesk 3d studio max, ulead Cool 3D studio, Autodesk Maya, Windows movie maker dan lain-lain. Pada pembelajaran animasi stop motion akan difokuskan membuat animasi secara sederhana terlebih dahulu, yaitu dengan menentukan dan membuat objek gambar, mengambil gambar dengan kamera digital, mengedit gambar dengan software yang mendukung, memproses gambar dengan windows movie maker, dan menampilkan/menayangkan film animasi sederhana.
 
 
SUMBER :http://yanah2912.blogspot.co.id/2014/10/stop-motion.html
 
#Endangpujiastuti
#XIMM1

PENGENALAN MATERI 2D, 3D & STOP MOTION

PENGERTIAN ANIMASI 2D,3D,DAN STOP MOTION

Animasi adalah urutan frame yang ketika diputar dalam rangka dengan kecepatan  yang cukup, dapat  menyajikan gambar bergerak lancar seperti sebuah film atau video.
Animasi dapat juga diartikan dengan menghidupkan gambar, sehingga anda perlu mengetahui dengan pasti setiap detail karakter anda, mulai dari tampak (depan, belakang, ¾ dan samping) detail muka si karakter dalam berbagai ekspresi (normal, diam, marah, senyum, ketawa, kesal, dan lainnya.) lalu pose/ gaya khas karakter bila sedang melakukan kegiatan tertentu yang menjadi ciri khas si karakter tersebut.
Animasi 2D
Animasi 2D adalah penciptaan gambar bergerak dalam lingkungan dua dimensi. Hal ini dilakukan dengan urutan gambar berturut-turut, atau “frame”, yang mensimulasikan gerak oleh setiap gambar menunjukkan berikutnya dalam perkembangan bertahap langkah-langkah.
2 tipe dari 2D animation :
  • Cel animasi
  • Path animasi
Animasi Cel berasal dari kata “celluloid”, yaitu bahan dasar dalam pembuatan animasi jenis ini ketika tahun-tahun awal adanya animasi. Animasi cel merupakan lembaran-lembaran yang membentuk animasi tunggal, masing-masing cel merupakan bagian yang terpisah sebagai objek animasi. misalnya ada tiga buah animasi cel, cel pertama berisi satu animasi karakter, cel kedua berisi animasi karakter lain, dan cel terakhir berisi latar animasi. Ketiga animasi cel ini akan disusun berjajar, sehingga ketika dijalankan animasinya secara bersamaan, terlihat seperti satu kesatuan. Contoh animasi jenis ini adalah film kartun seperti Tom and Jerry, Mickey Mouse dan Detectif Conan.
Animasi Path adalah animasi dari objek yang gerakannya mengikuti garis lintasan yang sudah ditentukan. Contoh animasi jenis ini adalah animasi kereta api yang bergerak mengikuti lintasan rel. Biasanya dalam animasi path diberi perulangan animasi, sehingga animasi terus berulang hingga mencapai kondisi tertentu. Dalam Macromedia Flash, animasi jenis ini didapatkan dengan teknik animasi path, teknik ini menggunakan layer tersendiri yang didefinisikan sebagai lintasan gerakan objek.

Animasi 3D
Animasi 3D adalah objek animasi yang berada pada ruang 3D. Objek animasi ini dapat dirotasi dan berpindah seperti objek riil.
Proses pembuatan grafis komputer 3D dapat dibagi secara sekuens menjadi 3 fase dasar:
  • Modeling : Proses menyusun bentuk sebuah objek dengan membuat kontur yang luas dan struktur dari objek 3D dan adegan.
  • Animation : Mendefinisikan perpindahan objek.
  • Rendering : Proses mengeneralisasi sebuah gambar dari sebuah model dengan memberikan atribut objek seperti warna, tekstur permukaan dan kadar transparansi dengan menggunakan program komputer.

Modelling
Hampir seluruh model 3D dapat dibagi menjadi 2 kategori :
  • Solid : Model ini mendefinisikan volume dari objek yang mereka tampilkan (seperti batu). Model ini lebih realistis, namun lebih sulit untuk dibangun, Model solid kebanyakan digunakan untuk simulasi nonvisual seperti simulasi medis dan teknik, untuk CAD dan aplikasi visual khusus seperti ray tracing dan konstruksi geometri solid.
  • Shell / Boundary :Modeil ini menggambarkan permukaan seperti batas objek, bukan volumenya (seperti cangkang yang sangat tipis). Model ini lebih mudah dikerjakan daripada model solid. Kebanyakan model visual yang digunakan dalam game dan film adalah model shell.

Animation
Ada beberapa teknik untuk membuat animasi :
  • Traditional Animation: Proses yang digunakan untuk sebagian besar film animasi pada abad ke-20. Setiap frame dari film animasi tradisional adalah foto dari gambar, yang terlebih dahulu digambar di kertas. Untuk membuat ilusi gerakan, masing-masing gambar dibuat sedikit berbeda dengan gambar yang sebelumnya.
  • Full Animation: Merujuk pada proses produksi film animasi tradisional berkualitas tinggi, dimana secara teratur menggunakan gambar yang detail dan gerakan yang masuk akal. Film animasi penuh dapat dibuat dengan berbagai cara, dari animasi yang realistis hingga yang lebih mengarah ke kartun.
  • Limited Animation: Menggunakan detail yang kurang rinci dan/atau gambar yang lebih stylist dan metode perpindahan. Penggunaannya telah menghasilkan animasi berbiaya efektif untuk media seperti televise dan kemudian internet.
  • Rotoscoping: Merupakan teknik dimana animator melacak gerakan live-action, frame demi frame. Sumber film dapat secara langsung digandakan dari aktor ke gambar animasi.
  • Live-action/animation: Teknik yang mengkombinasikan karakter yang digambar tangan menjadi gambar live-action.

Rendering
Beberapa teknik berhubungan langsung dengan algoritma, ketika digunakan bersama-sama.
  • Shading : Bagaimana warna dan tingkat kecerahan permukaan dipengaruhi oleh pencahayaan.
  • Texture-mapping : Metode untuk mengaplikasikan detail pada permukaan.
  • Bump-mapping : Metode simulasi bump skala kecil pada permukaan.
  • Fogging/participating medium : Bagaimana cahaya meredup ketika melewati atmosfir yang tidak bersih atau udara.
  • Shadows : Pengaruh menghalangi cahaya.
  • Soft Shadows : Variasi tingkat gelap yang disebabkan oleh terhalanginya sumber cahaya.
  • Reflection : Seperti cermin atau mengkilap.
  • Transparency (optics), transparency (graphic) atau opacity : Transmisi yang tajam dari cahaya yang melalui objek solid.
  • Transluency : Transmisi cahaya melalui objek solid yang sangat menyebar.
  • Refraction : Pembengkokan cahaya yang terkait dengan transparansi.
  • Diffraction : Pembengkokan, penyebaran dan interferensi cahaya yang melewati suatu objek.
  • Indirect illumination : Permukaan diterangi cahaya yang dipantulkan oleh permukaan lain, bukan langsung daru sumber cahaya.
  • Caustics : Bentuk pencahayaan tidak langsung, pantulan cahaya dari sebuah objek mengkilat atau memfokuskan cahaya melalui objek transparan untuk menghasilkan cahaya ke objek lain.
  • Depth of field : Objek tampil buram atau tidak focus ketika terlalu jauh di depan atau di belakang objek dalam focus.
  • Motion blur : Objek yang tampil buram karena gerak kecepatan tinggi atau gerakan kamera.
  • Non-photorealistic rendering : Rendering gambar dengan gaya artistic, agar terlihat seperti lukisan atau gambar.

Animation Special Effects
  1. Morphing
Morphing adalah efek khusus dalam film dan animasi yang berubah (atau morph) satu gambar ke lain melalui suatu transisi mulus. Paling sering digunakan untuk menggambarkan seseorang berubah menjadi lain melalui sarana teknologi atau sebagai bagian dari fantasi atau urutan nyata.
  1. Warping
Warping adalah proses manipulasi gambar digital sehingga setiap bentuk digambarkan dalam gambar secara signifikan telah terdistorsi. Warping dapat digunakan untuk mengoreksi distorsi gambar serta untuk tujuan kreatif (misalnya, morphing). Teknik yang sama sama berlaku untuk video.
  1. Virtual Reality
Virtual Reality adalah istilah yang berlaku untuk komputer-simulasi lingkungan yang dapat mensimulasikan tempat di dunia nyata, maupun di dunia khayalan. Kebanyakan lingkungan virtual reality saat ini terutama pengalaman visual, yang ditampilkan baik pada layar komputer atau melalui khusus menampilkan stereoskopik , tetapi beberapa simulasi meliputi informasi sensorik tambahan, seperti suara melalui speaker atau headphone.
  1. Animasi
o   Animasi teks
Menggunakan perintah HTML <blink> menyebabkan teks untuk flash on dan off.
o   Gif animasi
Menggunakan program software untuk membuat serangkaian file gif seperti GIF Builder.
o   Sutradara film
Animasi yang  dimainkan dengan menggunakan Shockwave plug-in (sebuah runtime tambahan standard yang sangat powerful untuk menampilkan berbagai multimedia).
o   3D lingkungan
Bahasa komputer yang digunakan untuk membuat gambar 3D.

Keuntungan dan Kelemahan Menggunakan Animasi
Keuntungan:
o   Menarik Perhatian.
o   Menampilkan aksi-aksi yang tidak terlihat atau process fisik dengan bentuk yang berbeda.

o   Meningkatkan retensi.
Memungkinkan visualisasi dari konsep imajinasi, objek, dan hubungan-hubungannya.
o
o   Animasi dapat menggabungkan sejumlah besar data ilmiah ke dalam suatu paket, yang kemudian dapat disajikan dengan lebih simple.
o   Animasi dapat membuat kembali kejadian, yang di dunia nyata terlalu mahal atau terlalu berbahaya untuk bereproduksi, misalnya. kecelakaan pesawat, kejadian yang sudah terjadi dan tidak lagi ada.
o   Menggunakan animasi dengan flash untuk membuat situs web menjadikan situs tersebut lebih interaktif dan dinamis. Pengunjung ke situs web secara alami akan tertarik pada desain animasi dan sarana yang memungkinkan mereka untuk berpartisipasi dalam proses melihat keseluruhan.
o   Dengan berkembangnya tools dalam pembuatan animasi flash, sekarang ini memastikan bahwa perancang dapat membuat desain web yang rumit dan sangat baik, yang akan sulit terjadi dalam pengaturan HTML yang statis.
o   Ukuran file animasi flash yang semakin kecil, yang memungkinkan loading situs lebih cepat dari sebelumnya.
Kelemahan:
o   Memerlukan tempat penyimpanan dan memory yang besar.
o   Memerlukan peralatan khusus untuk presentasi kualitas.
o   Animasi 2D tidak mampu menggambarkan aktualisasi seperti video ataupun fotografi.
o   Sulitnya pencarian dilakukan, karena Flash dan animasi teks sering tidak dalam format yang dapat dengan mudah dibaca oleh search engine.
o   Diperlukannya plug-in khusus yang harus diinstal browser.
o   Terlalu banyak animasi dan grafik juga akan membuat loading halaman web lambat.
o   Situs dengan animasi flash intro yang lengkap dengan audio, kadang membuat kesal pengunjung situs yang tidak ingin dipaksa mendengar audio. Ditambah dengan adanya file audio, beban loading komputer semakin besar, yang menyebabkan loading situs semakin lambat dan tidak efisien.

Pengertian Animasi 2D, 3D dan Stop Motion

Dalam dunia animasi, ada beberapa jenis film animasi yang harus diketahui secara umum, di antaranya 2D (dua dimensi), 3D (tiga dimensi) dan Stop Motion, berikut adalah penjelasan atau definisi jenis film animas

2D (dua dimensi)
Jenis animasi adalah jenias yang memiliki sifat flat secara visual. Bila dilihat dari teknis pembuatannya terdapat dua cara, yaitu manual dan komputer. 
Teknik animasi manual atau yang biasa disebut dengan cell animation adalah teknik animasi yang paling lama usianya. Teknik animasi ini memungkinan animator untuk membuat gambar pada lembaran celuloid (lembar trasparan) yang berlapis-lapis. karena kemajuan teknologi sekarang animator tidak lagi membuat animasi tradisional ini dengan lembaran celuloid, tapi bisa dengan menggunakan kertas biasa yang nanti akan di pindai (scan) lalu di warna dengan menggunakan komputer.
Teknik animasi 2D (dua dimensi) komputer adalah teknik animasi yang dibuat dengan menggunakan bantuan komputer (hardware/software) dan tetap mengandalkan kemampuan menggambar lembar demi lembar. Sehingga yang membedakan antara traditional animation dengan 2D CGI (Computer generated imagery) adalah medianya.
contoh filmnya yang sudah banyak sekali dan sudah sangat akrab seperti film tom and jerry, atau mickey mouse, donald duck, crayon sinchan, naruto dan masih banyak lagi. semua itu dibuat dengan menggunakan teknik manual/tradisional.
3D (tiga dimensi)
Disebut tiga dimensi karena jenis ini memiliki sifat kedalaman/ruang pada objeknya. Secara sepintas kita akan mudah mengenali film animasi dengan jenis tiga dimensi ini. karena bentuknya yang halus, pencahayaan yang lebih nyata dan kesan ruang yang lebih terasa. Semua itu bisa dilakukan karena dibantu dengan teknologi komputer saat ini yang sudah sangat canggih. dalam jenis animasi ini objek yang akan dianimasikan bisa dilihat dari semua sudut/sisinya. seperti halnya boneka sungguhan namun objek dibuat secara digital dengan menggunakan software 3D khusus.
untuk contoh film jenis ini . diantaranya adalah, seperti : finding nemo, toy story, shrek, Frozenn, turbo dan masih banyak lagi.
Stop Motion
Disebut Stop motion karena teknik animasi ini yang menggabungkan teknologi fotografi dengan animasi. media yang digunakan bisa bermacam-macam. misalnya boneka, kertas, gambar dikertas, gambar di papan tulis, lilin/malam, dll. semua objek itu bisa dijadikan sebagai objek animasi yang nantinya akan di foto tiap gerakannya. Nah dengan teknik ini kita bisa saja membuat animasi tanpa harus memiliki kemampuan menggambar. mengapa demikian.... kita siapkan saja boneka atau robot-robotan yang kemudian digerakkan sedikit-demi sedikit sambil difoto pergerakan. Dan tentunya dibutuhkan ketelatenan dan kesabaran tingkat tinggi, seperti halnya jenis animasi lainnya.
Contoh filmnya: shaun the sheep, nightmare before chrismast, The Boxtrolls dan masih banyak lagi..
 sumber : http://fiani193.blogspot.co.id/2015/12/pengertian-animasi-2d3ddan-stop-motion.html


#Endangpujiastuti
#XIMM1

MACROMEDIA FLASH 8



MACROMEDIA FLASH 8
PENGENALAN MACROMEDIA FLASH 8

1.1 Jendela Kerja
Sebelum kita memulai menggunakan Macromedia Flash 8 sebaiknya kita mengenal dulu jendela kerja dari software ini. Area kerja dari Macromedia Flash 8 ini terbagi menjadi beberapa bagian yakni Menubar, Toolbar, Timeline, Stage, dan Panel.
   >Menubar
Berisi kumpulan menu yang berupa perintah-perintah operasi dalam Macromedia Flash diantaranya File, Edit, View, Insert, Modify, Text, Commands, Control, Window dan Help.
   >Toolbar
Berisi kumpulan Tool yang memiliki fungsi dan kegunaan tertentu untuk melakukan design, editing maupun pengaturan gambar dan objek.
>Timeline
Berupa panel yang digunakan untuk pengaturan Layer, Timing objek dan pengaturan lamanya durasi dari movie yang dibuat.
   >Stage
Halaman Kerja yang digunakan untuk menempatkan berbagai macam objek yang akan ditampilkan.
   >Panel
Panel pada sisi kanan jendela Macromedia Flash terdiri dari Component Panel yang berisi kumpulan komponen flash untuk membuat animasi lebih interaktif, Color Mixer Panel untuk pengaturan warna dari gambar atau objek, dan Library Panel yang menyimpan objek-objek seperti movie clip, grafik, button, sound, video dan lain-lain.
Panel di bagian bawah jendela Macromedia Flash terdiri dari Panel Action untuk memberikan perintah Action Script pada Frame ataupun Objek, dan Panel Properties yang berisi pengaturan dokumen, objek, tools dan lain sebagainya.


1.2 Toolbox

 Tools
Fungsi
    Selection Tool(V)
untuk memilih atau menyeleksi suatu objek.
   Sub Selection Tool(A)
untuk menyeleksi objek lebih detail dari Selection Tool.
    Free Transform Tool(Q)
untuk mentransformasikan objek yang terseleksi
   Gradient Transform Tool(F)
untuk mentransformasikan gradient fill objek yang terseleksi
    Line Tool(N)
untuk membuat objek berupa garis
    Lasso Tool(L)
untuk menyeleksi objek dengan menggambar sebuah garis seleksi
   Pen Tool(P)
untuk menggambar garis dengan bantuan titik bantu seperti dalam pembuatan garis, kurva atau gambar.
    Text Tool(T)
untuk membuat objek teks
   Oval Tool(O)
untuk membuat objek berbentuk bulat atau oval
  Rectangle Tool(R)
untuk membuat objek berbentuk persegi panjang
   Pencil Tool(Y)
untuk membuat garis
   Brush Tool(B)
untuk membuat bentuk garis-garis dan bentuk bebas
    Ink Bottle Tool(S)
untuk mengubah warna garis, lebar garis dan style garis atau garis luar sebuah bentuk
   Paint Bucket Tool(K)
untuk mengisi area – area kosong atau digunakan untuk mengubah warna area sebuah objek yang telah diwarnai. Paint dapat digunakan untuk mewarnai warna solid, pengisian warna gradasi dan pengisian bitmap
   Eyedropper Tool(I)
untuk mengambil sample sebuah warna dari gambar atau objek
    Eraser Tool(E)
untuk menghapus objek
    Hand Tool(H)
untuk menggeser tampilan stage tanpa mengubah pembesaran
   Zoom Tool(M,Z)
untuk memperbesar atau memperkecil tampilan stage
  Stroke Color
digunakan untuk memilih atau memberi warna pada suatu garis
  Fill Color
untuk memilih atau memberi warna pada suatu objek
  Black and White, No Color, Swap Color
Black And White digunakan hanya untuk warna hitam putih, No color digunakan untuk menghilangkan warna fill atau stroke suatu objek, Swap Color digun

1.3 Elemen – elemen dasar Animasi
Dalam pembuatan animasi ada beberapa elemen penting yang harus diketahui sebagai dasar yaitu Frame, Keyframe, Blank Keyframe, Layer, Simbol dan Library.
1.3.1 Frame, Keyframe dan Blank Keyframe
    >Frame
Frame merupakan tempat dari objek yang kita buat berada, isi dari frame akan selalu sama dengan keyframe Sebelumnya. Untuk menambahkan frame dapat dilakukan dengan klik kanan dan Pilih Insert Frame.
    >Keyframe
Keyframe merupakan frame dimana kita bisa meletakkan objek, keyframe digunakan untuk menempatkan perubahan gambar atau objek dark animasi. Untuk menambahkan keyframe dapat dilakukan dengan klik kanan dan pilih Insert Keyframe.
    >Blank Keyframe
Frame yang kosong. Dilambangkan dengan bulatan putih. Dan apabila blank keyframe ini berisi objek maka frame ini akan berubah menjadi keyframe. Untuk menambahkan Blank keyframe dapat dilakukan dengan klik kanan dan pilih Insert Blank Keyframe.
1.3.2 Layer
Layer pada Flash dianalogikan sebagai sebuah media gambar yang transparan. Kita dapat menghasilkan komposisi gambar dengan menumpuk beberapa gambar yang dibuat pada media transparan. Gambar pada lapisan bawah akan tertutup oleh gambar pada lapisan atasnya, akan tetapi gambar pada lapisan bawah dapat terlihat di bagian yang kosong dari lapisan atasnya.
Kegunaan dari layer :
a. Membuat animasi lebih dari Satu
b. Untuk mengkoordinir elemen-elemen dalam suatu movie
c. Agar tidak terjadi pengirisan objek antara yang satu dengan objek yang lain.
d. Agar dapat lebih cepat menemukan objek, dan lain-lain.
Untuk menambahkan layer dapat menggunakan beberapa cara yaitu dengan menggunakan tombol  Insert Layer atau dengan klik kanan pada Layer sebelumnya dan pilih Insert Layer

1.3.3 Simbol dan Library
Simbol adalah sebuah objek yang dirubah menjadi objek yang dapat digunakan berulang kali, Simbol dapat berupa Movie Clip, Button atau Graphic.
Movie Clip merupakan rangkaian gambar di dalamnya (seperti film). Secara default, objek tersebut akan dimainkan berulang-ulang, Button berfungsi sebagai tombol yang dapat di klik, Graphic merupakan simbol yang berupa gambar.
Untuk membuat simbol, pilih pada menu Insert > New Symbol untuk membuat simbol baru. Kemudian tentukan behavior dari simbol.

Gambar yang sudah jadi juga dapat diubah menjadi simbol. Pilih gambar di stage kemudian dari menu bar pilih Insert > Convert to Symbol.
Library merupakan tempat penyimpanan dari simbol-simbol yang telah kita buat, simbol-simbol tersebut dapat kita gunakan sewaktu-waktu dengan mengambilnya dari dalam Library.

  BAB II
       ANIMASI DASAR

Pada Bab II ini kita akan mempelajari dasar-dasar pembuatan animasi pada Macromedia Flash 8, diantaranya adalah Tween Motion, Tween Shape, Animasi Guide dan Animasi Mask.

  2.1. Tween Motion
Tween motion adalah animasi pergerakan simbol dari satu posisi ke posisi lainnya. Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat animasi Tween Motion dengan sebuah objek sederhana.
a. Buatlah file Flash baru (Ctrl+N). Pada General Panel pilih Flash Document lalu klik Ok.
b. Buatlah sebuah Objek dengan Rectangular Tool atau Oval Tool pada frame 1 di Layer 1.
c. Buat sebuah Keyframe baru dengan cara, Klik kanan pada frame 15(dapat disesuaikan) lalu pilih Insert Keyframe.
d. Pindahkan posisi objek di frame 15 tersebut.
e. Klik kanan di frame antara keyframe 1 dan 15, lalu pilih Create Motion Tween.
f. Setelah muncul tanda panah di frame tersebut berarti Motion Tween telah berhasil kita buat.

g. Jalankan Animasi dengan Memilih menu Control > Test Movie (Ctrl+Enter).


  2.2. Tween Shape
Tween shape adalah animasi perubahan bentuk objek bentukan(shape), yaitu satu bentuk dapat berupah ke bentuk lainnya selama terus menerus. Langkah-langkahnya tidak jauh berbeda dengan membuat Tween Motion.
a. Buatlah file Flash baru (Ctrl+N). Pada General Panel pilih Flash Document lalu klik Ok.


b. Buatlah objek teks dengan Text Tool.
c. Ubah objek teks tersebut menjadi Shape dengan cara Klik kanan > Break Apart. Lakukan Break Apart sebanyak 2 kali sampai menjadi objek shape.
d. Buatlah Keyframe baru pada frame 20(dapat disesuaikan).
e. Hapus Objek yang ada pada frame 20 tersebut, buat objek teks seperti pada point b di atas (buat tulisan “shape”), lanjutkan dengan melakukan Break Apart seperti point c di atas.
f. Klik frame 1 lalu pada Tab Properties pilih Tween Shape
g. Setelah muncul tanda panah pada frame berarti Tween Shape telah berhasil dibuat.
h. Jalankan Animasi dengan Memilih menu Control > Test Movie (Ctrl+Enter).
  2.3. Animasi Guide
Animasi Guide adalah animasi pergerakan yang mengikuti arah garis(guide) yang kita buat. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.
a. Buatlah file Flash baru (Ctrl+N). Pada General Panel pilih Flash Document lalu klik Ok.
b. Buatlah sebuah objek dengan Oval Tool pada frame 1 Layer 1.
c. Buat Layer Guide dengan cara pilih menu Insert > Timeline > Motion Guide. Atau dengan klik tombol Add Motion Guide yg ada pada panel Timeline.

d. Buat Keyframe baru pada frame 20 lalu Create Motion Tween.
e. Buat sebuah garis dengan Pencil Tool pada Guide Layer.
f. Klik kanan pada frame 20 di Guide Layer lalu pilih Insert Frame.
g. Pindahkan objek lingkaran di frame 20 Layer 1 ke ujung garis yang lain menggunakan Selection Tool(V). Pastikan titik tengah lingkaran berada tepat dengan ujung garis.
h. Lakukan Test Movie (Ctrl+Enter). Dapat dilihat bahwa objek lingkaran akan bergerak mengikuti garis Guide yang kita buat.

  2.4. Animasi Mask
Mask artinya penutup yang menutupi suatu layer. Mask dapat berfungsi ketika suatu layer di-Masking untuk menutupi layer yang diberada dibawahnya. Animasi Mask ini biasa digunakan untuk membuat efek kilatan pada teks.
a. Buatlah file Flash baru (Ctrl+N). Pada General Panel pilih Flash Document lalu klik Ok.
b. Buatlah objek teks pada frame 1 Layer 1 dengan Text Tool, buat tulisan “MULTIMEDIA”.
c. Tambahkan 2 buah Layer baru dengan cara pilih menu Insert > Timeline > Layer. Atau dengan klik tombol Insert Layer yang ada pada Panel Timeline.
d. Copy objek teks “MULTIMEDIA” yang ada pada frame 1 Layer 1 dengan klik kanan pada objek lalu pilih Copy. Setelah itu masuk ke frame 1 Layer 3 dan klik kanan pada stage lalu pilih Paste in Place.
Objek teks pada frame 1 Layer 1 di Copy kemudian di Paste in Place pada frame 3
e. Insert frame pada frame 20 di Layer 1 dan 3.
f. Pada frame 1 Layer 2 buat objek dengan Rectangle Tool(R). Ganti Fill Color dengan warna Gradient.
g. Untuk mengatur warna objek dapat dilakukan dengan mengedit property pada panel Color Mixer di sebelah kanan window.
h. Buat Keyframe pada frame 20 Layer 2. Kemudian buatlah Animasi Tween Motion untuk objek persegi tersebut.
i. Klik kanan pada Layer 3 dan pilih Mask.
j. Lakukan Test Movie (Ctrl+Enter).
  2.5. Action Script 2.0
Macromedia flash memiliki fasilitas Action Script digunakan agar suatu project multimedia lebih interaktif dan memiliki kecanggihan khusus. Seperti halnya pada pembuatan presentasi, Tutorial Interaktif, ataupun Peta(map). Action Script yang digunakan pada versi Macromedia Flash 8 adalah Action Script 2.0.
  Tipe Data dan Variabel
Variabel adalah suatu penampung data. Penulisan variable ada aturannya juga, diantaranya :
·         Tidak boleh menggunakan variabel yang sama dengan keyword atau literal dari Action Script sendiri, contoh true,false, null, dll.
·         Variabel harus unik, artinya nama variabel yang satu harus beda dengan nama variabel yang lainnya, contoh kingkong1, kingkong2
   >Operator
Operator digunakan untuk memanipulasi variabel. Macam-macam operator :
         Contoh penggunaan Action Script :
    -Membuat Animasi Motion
Sebelumnya telah kita pelajari membuat animasi motion(pergerakan) dengan menggunakan Tween Motion. Kali ini kita akan membuat animasi motion hanya dengan menggunakan Action Script 2.0
·         Buat sebuah objek dengan Oval Tool.
·         Ubah objek tersebut menjadi Symbol Movie Clip dengan klik kanan pada objek kemudian pilih Convert to Symbol… beri nama simbol dan pilih Type Movie Clip.

·         Masuk ke panel Action untuk memberikan Action Script pada objek tersebut. Klik kanan pada objek dan pilih Action.
·         Masukkan Script di bawah Ini.
 onClipEvent(enterFrame){_x+=15;}

.         Lakukan Test Movie (Ctrl+Enter)

    BAB III
            TUTORIAL INTERAKTIF
   3.1. Elemen-elemen dasar pada Tutorial Interaktif
Macromedia Flash 8 saat ini banyak digunakan untuk pembuatan presentasi, Tutorial Interaktif ataupun Company Profile. Kali ini kita akan mempelajari pengaplikasian system Multimedia dengan menggunakan Macromedia Flash 8 untuk membuat sebuah tutorial interaktif. Sebelum itu kita perlu mengetahui beberapa elemen yang harus ada dalam sebuah tutorial interaktif.

    >Design Layout
Membuat sebuah Design Layout untuk Tutorial Interaktif tidaklah mudah dan harus sesuai dengan Tutorial yang akan kita buat. Sebuah Tutorial Interaktif sebaiknya memiliki tampilan yang menarik bagi user. Design yang menarik akan disukai oleh para user dan juga dapat menjadi nilai lebih dari Tutorial yang kita buat. Pemilihan design yang tepat dan sesuai dengan tema sangat diperlukan, misalkan kita membuat sebuah Tutorial untuk anak usia TK maka sebaiknya kita membuat design yang disukai oleh anak-anak TK. Gunakanlah pilihan warna-warna yang cerah dan disukai oleh anak-anak serta gunakanlah gambar-gambar kartun untuk lebih menarik perhatian dan membuat anak-anak betah menggunakan Tutorial yang kita buat.
·        > Materi Tutorial
Pemilihan isi materi dalam sebuah Tutorial Interaktif disini sangatlah penting. Materi yang kita buat harus sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh user, seperti untuk Tutorial Pendidikan harus disesuaikan dengan Kurikulum Pendidikan terkini. Penyampaian materi sebaiknya jangan terlalu rumit agar user dapat dengan mudah memahami isi dari Tutorial. 
·        > Menu
Menu pada sebuah Tutorial Interaktif bisa dikatakan sebagai navigator yang akan menuntun user ke isi dari materi yang ada. Menu sebaiknya jelas dan tidak membingungkan user, sehingga user tidak tersesat dalam Tutorial yang kita buat. Jika dirasa perlu buatlah sebuah menu Help yang berisi informasi mengenai Tutorial dan fungsi dari button-button menu untuk lebih memudahkan user.

   >Animasi dan Pendukung lainnya
Animasi adalah nilai lebih dari sebuah Tutorial Interaktif dengan Flash. Dengan adanya animasi maka akan mempermudah user untuk memahami isi materi lebih jelas. Karena contoh secara visual dengan animasi akan lebih mudah dimengerti daripada menyampaikan materi dengan teks atau tulisan saja. Terutama jika target user adalah anak-anak usia TK yang belum bisa membaca dan memahami tulisan. Penggunaan animasi akan sangat membantu dalam hal ini. Selain animasi kita juga bisa menambahkan video yang berisi contoh dalam Tutorial Interaktif, video juga merupakan elemen pelengkap yang bisa digunakan untuk menyampaikan materi secara visual. Dan satu lagi pendukung untuk Tutorial Interaktif yaitu sound. Pemilihan sound yang sesuai dan tepat akan menjadikan Tutorial yang kita buat lebih menarik.

3.2. Membuat Layout (Design)
Membuat design layout dapat dilakukan dengan menggunakan software pengolah gambar lain seperti Photoshop, CorelDraw dan sebagainya yang kemudian dapat di ekspor ke library Macromedi Flash. Atau dapat juga langsung dibuat di Flash dengan menggunakan Tool-tool yang ada. Di bawah ini ada beberapa model area layout yang dapat digunakan sebagai acuan dasar pembuatan layout sebuah Tutorial Interaktif.
Selain dari beberapa contoh acuan di atas kita juga dapat mengkreasikan bentuk layout Tutorial Interaktif sesuai dengan kreatifitas kita.

3.3. Membuat Menu
      >Membuat Button
Langkah untuk membuat button menu adalah sebagai berikut:
·         Buatlah sebuah objek berbentuk persegi dengan Rectangle Tool(R)
·         Buat teks dengan Text Tool(T) di atas objek persegi tersebut.
·         Seleksi objek persegi dan teks tersebut kemudian klik kanan > Convert to Symbol..

·         Berikan nama tombol dan pilih type Button, kemudian tekan Ok.
·         Objek Button telah jadi. Untuk mengedit objek tersebut dapat dilakukan dengan klik 2x pada objek button tersebut. Setelah itu akan masuk ke panel Timeline khusus symbol button yang terdiri dari 4 macam frame yaitu Up, Over, Down, Hit.
Frame Up adalah frame tampilan awal dari button sebelum diarahkan pointer. Over adalah frame tampilan button saat mouse diarahkan di atas button. Down adalah frame tampilan button setelah di-Klik. Dan Hit adalah area button dapat dieksekusi.

·         Klik kanan pada frame Over tersebut lalu pilih Insert Keyframe.

·         Ganti warna pada fill color lalu pilih Paint Bucket Tool lalu klik pada objek persegi.

·         Insert keyframe lagi pada frame Down dan ganti juga fill color dan warna teks.
·         Tambahkan lagi keyframe pada frame Hit tanpa perlu merubah warna. Ukuran persegi akan menjadi area eksekusi dari button.
·         Lakukan Test Movie(Ctrl+Enter) untuk melihat perubahan button sebelum pointer mouse diarahkan, saat pointer mouse di atas button dan saat button di-Klik.

    >Link Button ke Frame Tertentu
Setelah button kita buat maka selanjutnya adalah membuat link ke suatu frame.
·         Buatlah 2 buah layer, layer pertama beri nama Tombol dan layer kedua beri nama Isi.
·         Buatlah beberapa buah button pada layer Tombol frame 1, contoh disini menggunakan teks yang di Convert menjadi button. Insert frame pada frame 5 layer Tombol.
·         Buat keyframe pada frame 2, 3, dan 4 pada layer Isi. Buatlah objek dengan Rectangle Tool(R) pada frame tersebut dan beri fill color merah pada objek di frame 2, fill color kuning pada objek di frame 3 dan fill color hijau pada objek di frame 4.
·         Berikan Action Script pada frame 1 layer Tombol dengan script berikut.
·         Berikan Script pada masing-masing button sebagai berikut :
Button “Merah” :
Button “Kuning”:
Button “Hijau”:
·         Lakukan Test Movie(Ctrl+Enter)

3.4. Membuat Text Scrolling (PR)
Text Scrolling digunakan untuk teks isi materi tutorial yang panjang. Dengan menggunakan teks scrolling kita dapat meminimalisir area untuk menampilkan teks tersebut.
Langkah untuk membuat Text Scrolling adalah sebagai berikut :
·         Buat 4 layer baru pada Timeline. Masing-masing beri nama layer Action, Mask, Teks, Button.
·           Buat objek dengan menggunakan Rectangle Tool(R) pada layer Mask.
·         Buka menu Window > Common Libraries > Button 
·         Ambil button pada folder Classic Button > Playback > gel Left, drag button tersebut ke Stage pada layer Button frame 1.
·         Lakukan transformasi pada button. Pilih menu Modify > Transform > Rotate 90° CW sehingga arah button menjadi ke atas.

·         Tambahkan satu lagi button seperti di atas dan lakukan transform Rotate 90° CCW. Sehingga nanti posisi kedua button akan seperti dibawah ini.
·         Berikan Instance name di properties pada button yang atas dengan nama „btn1‟ dan button yang bawah dengan nama „btn2‟
·         Masukkan teks yang panjang pada layer Teks frame 1 dengan menggunakan Text Tool(T).

·         Insert frame pada frame 20 layer Mask
·         Insert Keyframe pada frame 20 layer Teks
·         Geser objek teks pada layer tersebut ke atas hingga akhir tulisan.
·         Tambahkan Tween Motion diantara frame 1 sampai 20 di layer Teks.

·         Berikan Masking pada Layer Mask dengan klik kanan pada layer lalu pilih Mask.
·         Berikan Action Script pada button bawah sebagai berikut.
·         Insert Keyframe pada frame 20 layer button
·         Hapus Action Script yang ada pada button bawah di frame 20. Kemudian berikan Action Script pada button atas sebagai berikut.
·         Berikan Script Stop pada frame 1 layer Action.
·         Sekarang kita tambahkan Effect Button disable agar pada saat posisi awal button atas tidak dapat di-Klik dan pada saat posisi scroll berakhir button bawah tidak dapat di-Klik.
·         Insert Keyframe pada frame 2 dan 19 di layer Button.
·         Berikan Script pada masing-masing button di frame 2 dan 19.
Untuk button atas berikan Script:
Untuk button bawah berikan Script:
·         Tambahkan Script sebagai berikut pada frame 1 layer Action.
·         Insert Keyframe pada frame 20 layer Action dan berikan Script sebagai berikut pada frame tersebut.  
·         Lakukan Test Movie (Ctrl+Enter)

 3.5. Membuat Tampilan Fullscreen
Biasanya kalu kita membuat sebuah .swf Movie di flash tampilannya saat dijalankan akan sesuai dengan pengaturan ukuran dokumen pada panel properties. Misalkan 800x600 pixels. Untuk bisa menampilkan .swf Movie secara fullscreen ketika dibuka kita bisa menambahkan Script pada frame 1. Scriptnya adalah sebagai berikut.
Setelah itu lakukan Export Movie. File > Export > Export Movie…
Kemudian bukalah file .swf hasil dari Export Movie tersebut. Movie akan tampil secara fullscreen.

3.6. Membuat Tombol Close
Tombol Close akan memudahkan kita untuk keluar dari Movie yang sudah di fullscreen. Langkah-langkah membuatnya adalah sebagai berikut.
Pada · salah satu frame(missal: frame1 layer 1) buatlah sebuah objek dengan menggunakan Oval Tool(O), ukuran lingkaran tidak usah terlalu besar.
·         Gunakan Text Tool(T) untuk membuat objek tanda silang menggunakan huruf “X”.
·         Break Apart teks tersebut. Klik kanan > Break Apart.
·         Seleksi seluruh objek tersebut kemudian Convert to Symbol dan jadikan button.

·         Insert Keyframe pada frame paling akhir(misal : frame 16)
·         Berikan Script pada Button Close.
·         Berikan Script Stop pada frame 15 agar movie tidak berlanjut ke frame berikutnya.
·         Berikan Script pada frame 16.
·         Export Movie dan jalankan file .swf nya.

3.7. Video/Movie
    >Import .swf Movie
Sebelum meng-Import Movie siapkan sebuah file .swf Movie yang akan di Import. Sebagai contoh disini kita menggunakan file .swf dengan nama “mobil..swf”.
·         Buat file flash baru (Ctrl+N).
·         Buatlah sebuah objek dengan Rectangle Tool(R)
·         Convert objek tersebut menjadi Movie Clip.
·         Ubah Registration Pointnya ke pojok kiri atas. Kemudian tekan Ok.
·         Setelah itu berikan Instance Name pada Movie Clip tersebut dengan nama “stage”. 
·         Tambahkan satu buah layer lagi pada Timeline.
·         Berikan Script pada frame 1 di layer 2.
“mobil..swf” adalah nama file yang akan di load. Area adalah Instance name dari movie clip yang akan menjadi tempat .swf Movie ditampilkan.
·         Simpan file, kemudian Export Movie. Pastikan file disimpan dalam satu folder yang sama dengan file .swf Movie yang di load.
    >Import File Video
Kita dapat memasukkan file video ke dalam file flash. Format-format video yang dapat diimport antara lain *.mpeg, *.avi, *.flv. Berikut adalah langkah-langkah mengimport video.
·         Buka file flash baru (Ctrl+N).
·         Pilih menu File > Import > Import to Library. Pilih file video yang akan diimport.
·         Setelah itu akan muncul kotak dialog import. Pastikan file video yang diimport sudah sesuai kemudian klik Next.
·         Akan muncul pilihan Deployment video. Pilih Embed video in SWF play in Timeline. Kemudian klik Next.
·         Kemudian akan mucul pilihan Embedding. Pilih symbol type Embeded Video kemudian klik Next.
·         Kemudian muncul tampilan terakhir. Klik Next.
·         Setelah itu drag Embedded video yang ada di Library ke Stage
·         File video sudah berhasil diimport ke dalam file Flash.
Kita juga dapat menambahkan beberapa navigasi seperti Play, Stop dan Pause untuk video tersebut.
·         Ambil button pada Common Libraries. Window > Common Libraries > Button.
·         Pilih button pada Classic Button > Playback. Button gel Right untuk Play, Button gel Stop untuk Stop dan Button gel Pause untuk Pause.
·         Atur posisi button di bawah video.
·         Setelah itu pilih frame 1 lalu tambahkan Script stop.

·         Kemudian berikan Script berikut pada tombol Play.
·         Kemudian berikan Script berikut pada tombol Stop.
·         Kemudian berikan Script berikut pada tombol Pause.
·         Lakukan Test Movie(Ctrl+Enter)

3.8. Audio/Sound
Langkah-langkah meng-Import file sound adalah sebagai berikut:
·         Pilih menu File > Import > Import to Library
·         Pilih file sound yang akan diimport.
·         Drag file yang sudah diimport di Library ke stage.
·         Sehingga akan tampil garis frekuensi suara di frame 1.
·         Pilih Layer 1 lalu pada panel Property Pilih Loop agar sound diulang terus menerus.
Ket:
- Sound : Untuk memilih file suara yang sudah diimport ke Library.
- Effect : Untuk memberikan efek pada suara.
- Repeat : Untuk perulangan suara dengan jumlah perulangan tertentu.
- Loop : Untuk perulangan suara terus menerus.
·         Lakukan Test Movie.

    >Menggunakan Suara dari file .swf
Menggunakan suara dari file .swf berguna agar ukuran file animasi menjadi lebih ringan. Karena file .swf yang berisi suara dipisahkan dari file Movie utama. Sebelumnya lakukan Import sound seperti langkah sebelumnya di atas dan simpan file .swf dari sound tersebut, misalkan dengan nama “sound.swf”.

·         Buka file flash baru (Ctrl+N).
·         Ambil button gel Right untuk tombol menjalankan musik dan button gel Right untuk tombol menghentikan musik dari Common Libraries.
·         Berikan Script berikut pada button gel Right.
·         Berikan Script berikut pada button gel Stop.
·         Simpan file dalam satu folder yang sama dengan file .swf sound yg di load.
·         Lakukan Test Movie (Ctrl+Enter).

3.9. Publish Project
Pada Macromedia Flash terdapat fasilitas untuk mem-publish project Movie yang kita buat menjadi ekstensi tertentu seperti *.EXE, *.HTML, *.MOV dsb. Disini kita akan mem-publish project Movie kita menjadi *.EXE agar dapat dijalankan tanpa menggunakan flash player. Langkah-langkahnya sebagai berikut.
·         Pilih menu File > Publish Setting(Ctrl+Shift+F12).
·         Kemudian pada window Publish Setting pilih Type Windows Projector(.exe).
·         Setelah itu Klik Publish. Tunggu proses Publish hingga selesai.

3.10. Membuat File Autorun
Nantinya Tutorial Interaktif yang kita buat akan dikemas dalam bentuk CD. Setelah di atas kita membuat file *.exe selanjutnya adalah kita membuat file autorun agar file *.exe yang telah kita buat dapat dibuka secara otomatis ketika CD dimasukkan ke dalam CD-ROM.
·         Buka program Notepad dari All Programs > Accessories
·         Ketikkan kode perintah Autorun. Fileflash.exe adalah contoh nama dari file.
·         Klik menu File > Save As.
·         Simpan dalam folder yang sama dengan file .exe dengan nama AUTORUN.inf
·         Proses selanjutnya adalah melakukan Burning CD Interaktif yang telah kita buat. Isi di dalam CD adalah file .exe dan file Movie pendukung lainnya serta file AUTORUN.

    SWISHMAX
ANIMASI TEKS & ANIMASI GAMBAR

SwishMax merupakan aplikasi untuk membuat animasi flash seperti halnya Macromedia Flash MX. Namun perbedaannya, SwishMax lebih mudah dalam penerapannya dibandingkan dengan Flash MX. Tentu saja kemudahan itu akan mengurangi ‘keluwesan’ para pengguna yang ingin berkreasi lebih dengan menggunakan flash. Akan tetapi untuk para pemula, program SwishMax sudah lebih dari cukup untuk membuat berbagai animasi flash apalagi kelengkapan fitur pada SwishMax semakin ditambah. Kelebihan lainnya, bila sudah mahir menggunakan SwishMax, dalam berkreasi lebih banyak pada Macromedia Flash MX akan lebih mudah karena sudah memiliki dasar pada SwishMax.

    >Instalasi SwishMax
1. Jalankan file SetupSwishmax.exe dengan cara klik 2 kali file tersebut, sehingga muncul gambar berikut:

2. Klik tombol Next, sehingga keluar form License Agreement, klik pilihan Yes, sehingga muncul tampilan pilihan tempat untuk menginstall program ini seperti pada gambar berikut:
3. Bila ingin menginstall ditempat lain tekan tombol Browse dan tentukan lokasi menginstall. Bila ingin menginstall secara default pada direktori yang ada, tekan tombol Next langsung, sehingga proses instalasi akan dilakukan. Bila proses instalasi selesai akan keluar tampilan sebagai berikut:

4. Hilangkan centang pada Launch. kemudian tekan tombol Close. Selesai Mengaktifkan SwishMax
Cara mengaktifkan SwishMax:
Klik menu Start Programs SwishMax SwishMax, sehingga akan muncul tampilan awal dari SwishMax seperti di bawah ini.
Pilih pilihan Start a new empty movie untuk memulai dengan tampilan awal yang
kosong.
diantaranya menu file, edit, view, insert, modify, control, tools, panels dan help. Toolbar digunakan untuk mengakses menu-menu utama secara cepat yang terdiri dari:
• Standar Toolbar 􀃆 untuk pengoperasian file seperti new, open, save.
• Insert Toolbar 􀃆 untuk memasukkan objek seperti scene, text, image.
• Control Toolbar 􀃆 untuk mengontrol scene seperti play, stop, play scene.
• Grouping Toolbar 􀃆 untuk menggabungkan objek seperti Group as Group.
• Export Toolbar 􀃆 untuk mengekspor scene seperti Export to Swf.

Tools merupakan perintah (command) yang akan menentukan apa yang akan dilakukan Swish saat proses click atau drag pada workspace. Perintah itu antara lain select, line, pencil dan lain-lain.

    >Mengatur Scene
Saat pertama kali membuat project, sebaiknya atur dahulu scene-nya dan disesuaikan dengan scene yang kita harapkan. Diantara beberapa hal yang harus diatur antara lain:
1. Mengatur ukuran scene
Untuk mengatur scene dapat dilakukan dengan cara mengubah nilai dari Width dan Height dalam satuan pixels
2. Mengubah background scene
Untuk mengubah background color scene dengan cara mengubah warna default background (putih) menjadi sesuai pilihan.
3. Mengubah Frame Rate
Untuk mengubah frame rate dapat dilakukan dengan cara mengubah nilai frame rate dalam satuan fps.
4. Untuk memberhentikan animasi saat sampai diakhir, dapat dilakukan dengan cara mencentang pilihan Stop Playing at the end of movie

     >Membuat Animasi Teks
1. Klik menu Insert 􀃆 Text, dan ganti tulisan/teks tersebut menjadi Praktikum Multimedia

2. Atur model font, ukuran font, dan warna font di jendela propertis yang ada.
3. Untuk memberikan efek animasi, klik teks yang pertama. Kemudian klik kanan, klik menu Effect 􀃆 Core Effect 􀃆 Transform.
     4. Durasi efeks transform secara default selama 20 frame, untuk mengubahnya bias diatur pada properties dengan cara pada panel timeline klik kanan text efek Praktikum Multimedia tersebut.
     5. Ubah durasi efek transform menjadi 30 frame.
6. Untuk melihat hasilnya, klik menu Control 􀃆 Test Movie
       7.  Agar file yang dibuat dapat digunakan untuk keperluan lainnya seperti untuk keperluan pembuatan media pembelajaran maupun website, maka file tersebut harus di eksport terlebih dahulu, dengan cara klik menu File 􀃆 Export 􀃆 SWF… 􀃆 File Name: animasiA 􀃆 Save
Catatan:
Pada satu text dapat ditambahkan beberapa effect

     >Membuat Animasi Gambar Menggunakan Tool Motion Path
1.  Klik menu: File 􀃆 New
      2.  Dengan menggunakan tools ellipse, buatlah gambar lingkaran. Untuk mengubah atribut lingkaran seperti warna isi maupun folder bisa diatur pada properties.
     3.    Langkah selanjutnya membuat animasi pada gambar lingkaran tersebut dengan cara klik objek lingkaran, kemudian klik tools Motion Path dan Gerakkan mouse dengan cara tekan dan jalankan kemudian klik pada setiap pergerakan yang diinginkan. Berikut ini contoh pergerakan (motion path) dari objek bola tersebut.
     4.     Bila motion path-nya sudah dibuat, maka timeline akan terlihat seperti pada gambar berikut. Jumlah perpindahan tergantung banyaknya proses ‘klik’ saat melakukan motion path sebelumnya.
5. Untuk melihat hasilnya, klik menu Control 􀃆 Test Movie
     6. Agar file yang dibuat dapat digunakan untuk keperluan lainnya seperti, maka file tersebut harus di ekspor terlebih dahulu, dengan cara klik menu File 􀃆 Export 􀃆 SWF … 􀃆 File Name: animasiB 􀃆 Save
      >Membuat Animasi Gambar Menggunakan Efek Move dan Diperbesar
1. Klik menu: File 􀃆 New
2. Dengan menggunakan tools Rectangel, buatlah gambar kotak.
 3 Gambar kotak tersebut akan diberi efek Move sehingga berpindah tempat dari pojok kiri atas menuju pojok kanan bawah dan membesar seperti gambar berikut
4. Berikan efek move dengan cara klik gambar kotak 􀃆 klik kanan 􀃆 Effect 􀃆 Move
5.  Untuk melihat preview animasi, aktifkan Preview Frame dengan cara pilih menu Control 􀃆 Preview Frame
6. Pastikan posisi timeline berada pada frame ke-10
     7.  Pindahkan gambar kotak ke pojok kanan bawah dan diperbesar, sehingga menjadi seperti berikut
8. Untuk melihat hasilnya, klik menu Control 􀃆 Test Movie


Sumber :http://pintarharati.blogspot.co.id/2013/09/pengenalan-macromedia-flash-8.html


#endangpujiastutu(epa)
#XIMM1